Badai pasti berlalu

Wednesday, August 1st, 2012

Badai pasti berlalu

 

Sudah terlalu banyak luka yang aku berikan. Dari dalam hatiku,jika saja bisa kugantikan luka itu. Maka biar untukku saja.  Aku tak pernah terluka karenamu. Sakitpun aku tak pernah merasa. Jika gila, ini karena cintaku yang sudah tak bisa kutolerir lagi kepadamu. Orang lain mungkin akan menitikkan air mata ketika membaca tulisan-tulisan ini yang terbaca pilu dan seolah rapuh oleh waktu. Tapi mungkin ini bukan apa-apa bagimu…jika saja aku bisa menahan pikiran negatifku kali ini saja. Tampaknya pikiran negatif ini memang nyata. Hanya ini yang bisa kuperbuat sejauh ini. Aku tetap tak bisa mengambilkan gugus bintang untukmu, atau sekedar memberi tahukan kepada alam bahwa kau sangat berarti untukku. Sudah terlalu banyak kesalahan yang kuperbuat. Hingga tak sempat aku menunjukkan,mana kebenaran itu,mana kesalahan ini.  Aku tak pernah lama menunggumu. Aku selalu ingin bertemu, sedang kau sabar menantiku meski tanpa kepastian. Dalam tiba-tiba aku menghampirimu dan semua ini tetap salahku. Aku hanya menantimu sekali saja…selama hidup ini aku menantimu agar nanti di akhirat sana setidaknya aku bisa berpapasan dan memberi salam padamu,seperti dalam mimpiku yang selalu tampah jauh lebih indah dari kenyataan yang kujalani. Sedang kau menungguku setiap waktu, dan dalam putus asamu kadang kau ingin sendiri melewatkan waktu tanpa aku. Ada aku kau selalu merasa bersalah pada dirimu,pada Allah,pada keadaan,bahkan mungkin pada diriku.  Tapi dalam batas semua itu kau selalu memberikan secercah asa agar aku bertahan tanpamu. Sudah terlalu banyak kekecewaan yang ku berikan padamu. Hingga rasamu hambar padaku, aku tetap memberimu kecewa,selalu saja mengecewakan dan hanya berakhir dengan rengekan maaf yang memaksamu memaafkanku. Sudah terlalu banyak sakit yang kau pendam untukku,hingga kubisa melihatnya dari setiap sorot matamu ketika mengisyaratkan padaku sesuatu yang kau tutupi dari mereka. Dari keluargamu. Dari sahabatmu. Bahkan dari orang yang bersedia berjanji setia padamu seumur hidupnya. Dan aku… aku hanya terdiam ketika kau bilang aku harus diam,aku hanya bisa berjanji merelakanmu dengan menghibur diriku bahwa aku merelakanmu karena sangat mencintaimu. Itu hanya yang bisa kulakukan. Mengisi waktuku tanpamu dengan hal bodoh yang akan membuatmu semakin kecewa. Mengisi kekosongan hari dengan kegiatan yang memaksaku sendiri,dan tanpa kusadari semua ini malah memperbesar rasa kesepianku. Kau dan mereka selalu bilang aku akan bisa bertahan. Hanya karena aku berbeda dan terlalu banyak kesalahan serta terlalu merepotkan orang…semua bilang bahwa ini adalah badai dan suatu saat pasti hilang menepi. Maka dalam langkah yang berat,tanpa kaki,tanpa penopang,tanpa cahaya penerangan dalam gelap,tanpa siapa-siapa ini aku memilih bangkit. Karena sisa motivasi yang kau beri dulu masih ada dalam kepalaku,dalam hatiku,dalam nafas dan ruhku. Hingga setiap detiknya aku mengingatmu. Dan kembali bangkit. Dan terus bangkit. Dan mencobanya sendiri,berkali-kali,berhari-hari,berwaktu-waktu,namun aku memang lemah dan aku selalu gagal. Sudah terlalu banyak kenangan yang akan semakin menyesakkan hatimu ketika mengingatnya. Kau mungkin selalu ingin melupakan semua itu,agar kau bisa berjalan dalam jalan yang terbaik,tenang tanpaku. Tapi aku hanya bisa mengganggu…merecokimu dan menambah beban itu. Aku berlutut,memohon,berharap padamu seperti berada dalam sesat dan hanya kau yang bisa membantuku setiap waktu…hingga kau pendam perih dan ingin berlari ketika kau bertemu denganku. Sungguh, meski kujelaskan beribu kali bahwa aku tak ingin meyakitimu,tak ingin merepotkanmu,tak ingin mengganggumu,tak ingin membebanimu. Tapi semua yang kulakukan hanya membawaku pada ketidak inginanku itu. Semua yang kulakukan itu adalah luka. Semuanya,pengorbananku itu bukan apa-apa itu hanya sebuah alasan agar luka olehku semakin memberatkanmu. Segalanya,apa yang kuusahakan. Semuannya. Bahkan tangisanku,darahku,jiwaku,hatiku,rasaku. . . itu hanya barisan luka lagi-dan lagi. Kenapa dengan aku ini. Kenapa masih selalu berjuang lagi dan lagi. Kenapa aku ini masih mencari setiap saat. Masih menunggu berwaktu-waktu. Masih mengiba pada suatu rasa yang disebut mereka cinta. Padahal aku tau pasti itu bukan jaminannya. Kenapa aku ini rela membuatmu terluka hanya karena ingin menunjukkan cintaku. Kenapa tidak aku berhenti saja,kenapa tidak menyerah saja.kenapa tidak pergi saja,hilang saja. Seperti katamu,seperti kata orang-orang.jika ada maaf untuk dosa sebesar ini…kumohon ampuni aku… ampuni perilakuku yang membuatmu dan banyak orang berpikir bahwa aku memang sudah gila. Harus bertanya kepada siapa aku harus apa…

Doakan sedikit saja, agar nantinya aku segera di ambil dari dunia jika sudah tak berguna seperti ini. Karena luka dariku terlalu banyak untuk sekedar membalasnya dengan kepergianku. Biar aku yang setia. Karena aku yang membuat luka. Biar.

Karena tidak ada yang tau badai yang kurasa ini. Tidak ada. Bahkan jika Allah memberi jalan semoga tidak lagi menjatuhkanku. Karena semua ini salahku. Karena badai ini badai yang kubuat. Maka cukup teruskanlah hidupmu. . . semoga kau bahagia dengan hidupmu . . .

Disini

Tuesday, July 31st, 2012

What Higher Education Will Look Like in 2020 [STUDY]

Saturday, July 28th, 2012

good !

simply_chaos




In 2020, students may be able to travel to faraway continents, and attend a school halfway around the world.

Experts predict technology will facilitate distance learning outside of traditional classrooms, according to a survey published by the Pew Internet & American Life Project. In the study, 1,021 education experts and stakeholders including technology researchers, university directors, venture capitalists and Ivy League university professors, relayed their predictions about the future of higher education.

About 60% of respondents believe higher education will look completely different from the way it is today. While, 39% of participants think the traditional college structure…
Continue reading…

More About: college, education, university

via Mashable http://mashable.com/2012/07/27/e-learning-higher-education/

View original post

I am a True Believer

Saturday, July 28th, 2012

i believe sometimes…

readitwrite

Do you believe in love?

Do you believe in soul mates?

Do you believe in ghosts?

If you don’t, maybe you will once you are finished reading True Believer by Nicholas Sparks.

Like most Sparks books, the setting in a small town in North Carolina with a classic love story mixed with a little sadness and lot of laughter. However, this story involves a twist . . . . ghosts.

Jeremy Marsh from New York City makes a living by debunking the unrealistic. With a little research and the latest technology, he is able to sort out the truth and expose frauds and lies. His new assignment didn’t seem any different.

After receiving a letter in the mail from a small Carolina town, Boone Creek, he decided to go there in person to find the truth.

Legend has it that the cemetery is haunted by the spirits of those who have died many years ago…

View original post 107 more words

Traditional Japan: A Glimpse Part 2

Saturday, July 28th, 2012

Kegiatan Tradisional jepang : Glimpse

SEBUAH REFLEKSI

Saturday, July 28th, 2012

21.07.12

Bismillah kudekapkan langkah pada pijakan pertamaku dalam cahaya Mu. Harapan demi harapan ini sesudahnya akan tertuju hanya pada Mu. Hanya pada ridho Mu. Hanya pada jalan Mu. Karenanya, semoga aku dan orang-orang disekelilingku selalu berada dalam keadaan terbaik,jalan terbaik,serta takdir terbaik.

Aku hanya ingin mengucap syukur. Atas segala hal yang kau beri padaku Allah. Atas segala hal yang jika kusebutkan tak akan bisa membendung air mataku dan rasa malu,rasa tak pantas, serta rasa bersalah ini yang terus-menerus menjadikanku merasa menjadi jiwa yang kurang bersyukur. Aku ingin bersyukur, alhamdulillah. Karena sampai detik ini,tak ada satupun nikmat Mu yang bisa kuingkari. Karena sampai detik ini,tak ada satupun keangkuhan yang dapat aku sombongkan, tak ada satupun keberadaanku yang bisa kubanggakan jika itu tanpa Mu.

Aku hanya ingin bersyukur. Atas kehidupan ini. Kehidupan yang mengajarkanku untuk tetap hidup bahkan ketika aku merasa tidak sanggup bertahan hidup. Kehidupan yang memberiku berbagai isyarat dan perumpamaan yang mendewasakanku dari tahun ke tahun. Kehidupan yang membuatku merasa mendapatkan kesempatan berharga dari Mu. Kehidupan yang membuatku merasa menjadi pilihan Mu. Atas amanah ini, aku bersyukur setiap waktu. Karenanya, aku bisa mencoba berlomba menjadi pribadi yang jauh lebih baik setiap waktu,setiap tahunnya.

Aku ingin bersyukur, atas cinta Mu, atas orang-orang yang kau kirim kepadaku di kehidupanku. Cinta yang membuatku menyadari sebagai keberadaan yang ada diatas segalanya. Diatas semua cinta. Cinta Mu mengajarkanku merelakan yang bukan milikku. Cinta Mu mengajarkanku peduli pada yang mencintaiku. Cinta Mu mengajarkanku kedamaian dan kasih sayang tanpa batas, tanpa sekat jarak dan waktu. Cinta Mu jauh dari nafsu dan keinginan sesaat. Cinta Mu membuatku merasakan cinta universal yang menguatkan jejakku,menegarkan langkahku, membuatku merasa kau selalu ada disisi ku dalam setiap keadaan.

Aku ingin terus bersyukur…akan kesempatan ini lagi. Kesempatan yang tepat bersamaan dengan bulan purnama ini. Bulan yang dirindukan banyak orang. Terima kasih atas kesempatan memperbaiki diri lagi dari Mu.

 

Bismillahirrahmanirrahim… arrahmanirrahim…maliki yaumiddin…iyyakana’budu waiyyakan nastain..ihdinassirathalmustaqim …siratalladzina anamta alaihim…ghairil maghdzubi alaihim waladholin … amin …

 

SEBUAH REFLEKSI

Saturday, July 28th, 2012

21.07.12
Bismillah kudekapkan langkah pada pijakan pertamaku dalam cahaya Mu. Harapan demi harapan ini sesudahnya akan tertuju hanya pada Mu. Hanya pada ridho Mu. Hanya pada jalan Mu. Karenanya, semoga aku dan orang-orang disekelilingku selalu berada dalam keadaan terbaik,jalan terbaik,serta takdir terbaik.
Aku hanya ingin mengucap syukur. Atas segala hal yang kau beri padaku Allah. Atas segala hal yang jika kusebutkan tak akan bisa membendung air mataku dan rasa malu,rasa tak pantas, serta rasa bersalah ini yang terus-menerus menjadikanku merasa menjadi jiwa yang kurang bersyukur. Aku ingin bersyukur, alhamdulillah. Karena sampai detik ini,tak ada satupun nikmat Mu yang bisa kuingkari. Karena sampai detik ini,tak ada satupun keangkuhan yang dapat aku sombongkan, tak ada satupun keberadaanku yang bisa kubanggakan jika itu tanpa Mu.
Aku hanya ingin bersyukur. Atas kehidupan ini. Kehidupan yang mengajarkanku untuk tetap hidup bahkan ketika aku merasa tidak sanggup bertahan hidup. Kehidupan yang memberiku berbagai isyarat dan perumpamaan yang mendewasakanku dari tahun ke tahun. Kehidupan yang membuatku merasa mendapatkan kesempatan berharga dari Mu. Kehidupan yang membuatku merasa menjadi pilihan Mu. Atas amanah ini, aku bersyukur setiap waktu. Karenanya, aku bisa mencoba berlomba menjadi pribadi yang jauh lebih baik setiap waktu,setiap tahunnya.
Aku ingin bersyukur, atas cinta Mu, atas orang-orang yang kau kirim kepadaku di kehidupanku. Cinta yang membuatku menyadari sebagai keberadaan yang ada diatas segalanya. Diatas semua cinta. Cinta Mu mengajarkanku merelakan yang bukan milikku. Cinta Mu mengajarkanku peduli pada yang mencintaiku. Cinta Mu mengajarkanku kedamaian dan kasih sayang tanpa batas, tanpa sekat jarak dan waktu. Cinta Mu jauh dari nafsu dan keinginan sesaat. Cinta Mu membuatku merasakan cinta universal yang menguatkan jejakku,menegarkan langkahku, membuatku merasa kau selalu ada disisi ku dalam setiap keadaan.
Aku ingin terus bersyukur…akan kesempatan ini lagi. Kesempatan yang tepat bersamaan dengan bulan purnama ini. Bulan yang dirindukan banyak orang. Terima kasih atas kesempatan memperbaiki diri lagi dari Mu.

Bismillahirrahmanirrahim… arrahmanirrahim…maliki yaumiddin…iyyakana’budu waiyyakan nastain..ihdinassirathalmustaqim …siratalladzina anamta alaihim…ghairil maghdzubi alaihim waladholin … amin …

Hello world!

Saturday, July 28th, 2012

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!